Senin, 27 Februari 2017

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama LWPNU Jawa Timur H Mustain mengharapkan seluruh warga nahdliyin secara sadar mendaftarkan aset wakaf yang peruntukan kepada NU agar disertifikasi menggunakan badan hukum NU. Hal ini dilakukan untuk mengurangi perselisihan antara ahli waris maupun dengan organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu kepada NU.

Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

Mustain menyampaikan hal itu di tengah-tengah peserta Seminar? Nasional yang dihadiri oleh jajaran pengurus NU, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH Maftuh Basuni, dan segenap pengurus cabang LWP NU se-Jawa Timur, dengan tema "Gerakan nasional? Penyelamatan Aset-Aset Nahdlatul Ulama"? di Graha Bir Ali, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (06/06).

"Kebanyakan dari kita, ketika ditanya apa ini milik NU mereka menjawab, ya ini milik NU. Tapi ketika ditanya kembali masalah surat-surat dan legalitasnya mereka kebingungan," jelas pria yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Jatim Ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut dia juga mengatakan, bahwa prosentase sertifikasi aset kelembagaan masih sangatlah rendah, dari total tiga belas ribu (13000) aset yang dimiliki oleh NU Jatim baru lima ribu (5000) saja aset yang sudah berbadan hukum NU.

"Kira-kira kalau diprosentasekan baru sekitar 40 persen saja dan sisanya masih atas nama perseorangan, oleh karena itu perlu kita tunjukkan bahwa LWP NU bisa menjadi taring NU. Dan mewarnai muktamar dengan hasil yang maksimal, " terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj yang hadir dalam forum tersebut juga menyampaikan keprihatinan yang sama dalam sambutannya, bahkan PBNU sendiri juga telah kehilangan beberapa asetnya karena masalah sertifikasi tersebut.

"PBNU memiliki tanah sekitar empat hektar di daerah Puncak? Bogor yang diakuisisi oleh Kemenag dan setelah diurus tetap saja tidak bisa karena kita tidak memiliki bukti legalnya,"jelas Kiai Said dihadapan para hadirin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Ferry Mursyidan Baldan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa lembaga negara yang berada dalam kawasan komandonya ini siap bersinergi dalam usaha melindungi aset-aset milik NU ini. "Sebagai sebuah gerakan kami akan menyiapkan diri dengan program khusus dan tim khusus untuk memberikan service excelent kepada NU," ujar menteri yang juga politisi Partai Nasdem ini.

Selain itu, Menteri Ferri juga memberikan target dalam upaya revitalisasi aset ini. Ia menginginkan seluruh aset NU sudah berbadan hukum sebelum idul adha. "Namun? paling tidak pada saat muktamar nanti sudah bisa disampaikan ke muktamirin dalam bentuk laporan hasil kerja yang telah sukses dilaksanakan," ungkap pria berkacamata ini.

Setelah sambutan selesai acara pun dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara PBNU dengan Kementrian Agraria yang dalam hal ini dimaksudkan untuk melakukan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Yang kemudian dilanjutkan dengan materi seminar oleh beberapa pemateri yang terdiri dari unsur Kementrian Agama, BWI dan Kementrian Agraria. (Rofi’i/Anam)

Foto: Gedung PWNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 26 Februari 2017

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya

Tubaba, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pondok Pesantren Darurrohman Mulya Kencana Tulang Bawang Tengah Tulang Bawang Barat, melakukan aksi penggalangan dana peduli Rohingya. Sekitar 200 santri turun di sekitar pasar Mulya Kencana. 

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya

“Aksi penggalangan dana ini dilakukan adalah salah satu bentuk solidaritas sesama Muslim terhadap mereka yang saat ini sedang dilanda kesusahan,” ungkap ketua panitia, M Sobirin, Kamis(28/9).

Sobirin menambahkan selain sekitar pasar Mulya Kencana, terdapat beberapa titik aksi, yaitu depan Kantor KPUD Tubaba, dan rumah tinggal warga sekitar pondok pesantren.

"Alhamdulillah penggalangan dana pagi ini sudah terkumpul, nanti segera kita distribusikan. Antusias warga sangat luar biasa dalam memberikan donasi," ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia berharap dengan aksi penggalangan dana ini, pesan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin tersampaikan.

"Jadi (kepedulian) bukan hanya umat Islam dengan Islam, tapi dengan seluruh makhluk kita harus peduli. Apalagi ini dengan umat sesama muslim," pungkasnya. (Gati Susanto/Imam Mukafi/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Ulama, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 23 Februari 2017

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah

Dikisahkan, terdapat seorang ulama bernama Habib Abdul Qadir bin Quthban Assegaf, seorang alim yang sangat gemar bersilaturrahim. Kegemarannya bersilaturahim bukan hanya terbatas di wilayah Hadramaut, Yaman saja. Tapi juga sampai mancanegara, bahkan ke pulau Jawa Indonesia.

Hingga suatu saat, ia berkesempatan silaturahim ke daerah Probolinggo, tepatnya di pesantren yang kala itu masih diasuh oleh KH Mohammad Hasan Sepuh Genggong.

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertautan Hati Dua Kekasih Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah

Kedatangannya disambut dengan ramah oleh tuan rumah. Lalu terjadilah percakapan antara keduanya. Hingga pada akhirnya Kiai Hasan menanyakan tentang kabar seorang ulama dari Yaman.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Habib, bagaimana kabarnya Habib Ali Habsyi Seiwun (muallif simtuddurar)?” tanya Kiai Hasan.

Agak terkejut, Habib Abdul Qadir, mendengar pertanyaan tersebut. Sebab ia tahu, Kiai Hasan belum pernah pergi ke Yaman, dan Habib Ali pun sama belum pernah pergi ke Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Belum habis rasa terkejutnya, kembali ia mendapat pertanyaan dari Kiai Hasan: “Habib Ali Al Habsyi Seiwun itu kulitnya seperti ini … (menyebutkan), wajahnya begini… (menyebutkan), kalau duduk seperti ini… (disebutkan), jalannya seperti ini… (disebutkan), di kediaman Habib Ali rumahnya seperti ini… (menyebutkan), di depannya ada masjid bernama Masjid Riyadh dan tiangnya ada… (menyebutkan),” papar Kiai Hasan, seolah ia pernah berjumpa langsung dan berkunjung ke kediaman Habib Ali.

Lalu setelah cukup berbincang-bincang, tak lama kemudian, Habib Abdul Qadir bin Qithban pun berpamitan pulang. Sekembalinya dari tanah Jawa ke Yaman. Habib Abdul Qadir bin Quthban mengunjungi kota Seiwun, untuk bertemu dengan Habib Ali Al Habsyi.

Ketika sudah sampai di kediaman Habib Ali Habsyi dan berhadapan dengan beliau, di tengah-tengah perbincangan, Habib Ali Al Habsyi bertanya. “Wahai Sayyid Abdul Qadir, apakah di Jawa engkau bertemu dengan seorang syekh bernama Hasan Jawi?” tanya Habib Ali.

Lalu Habib Ali Al Habsyi berkata: “Syekh Hasan itu kulitnya seperti ini… (menyebutkan), wajahnya seperti ini… (menyebutkan), duduknya begini… (mencontohkan), jalannya seperti ini… (menceritakan), dan di rumahnya begini… (menjelaskan)”.

Hingga Habib Abdul Qadir takjub dengan detailnya penjelasan Habib Ali tentang Kiai Hasan seolah keduanya adalah sahabat karib yang akrab. Padahal Habib Ali tidak pernah ke Indonesia. Begitulah, para kekasih Allah, mereka meski tidak pernah bertemu secara lahir, tapi pertautan batin mereka sangatlah erat.

Tahun berganti tahun, Habib Ali dan Kiai Hasan telah tiada. Hingga, ketika diadakan peringatan Haul ke-105 Habib Ali Habsyi Seiwun di Kota Solo, salah satu dari cucu Kiai Hasan Sepuh Genggong sowan ke Habib Anis, cucu dari Habib Ali.

Saat Habib Anis tahu bahwa yang sowan adalah cucu Kiai Hasan Genggong. Habib Anis tersenyum sambil berkata. “Kakekku dan kakekmu mempunyai ta’aluq batin”.

(Ajie Najmuddin)

Kisah ini penulis dapatkan dari penuturan Habib Muhammad, dari ayahnya Habib Husein, dari ayahnya Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi. Lahumu al-fatihah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Ulama, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 20 Februari 2017

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Bondowoso, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangkan majelis-majelis dzkir dan shalawat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang kian jauh dari forum dan amalan-amalan keagamaan.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi di acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Curahdami di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir pekan kemarin (7/8) sore.

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Gus Jun, panggilan akbranya, menilai bahwa kini banyak anak-anak muda NU yang sudah tidak senang lagi dengan kegiatan tahlil, sholawat, dan lainnya. “Karena meraka sibuk dengan persoal-persoalan kehidupan sendiri, persoalan-persoalan kehidupan warga generasi muda sebagai anak muda,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena itu Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Curahdami pun mengajak kepada para pemuda untuk kembali memadati forum-forum dzikir, shalawat, serta amaliyah-amaliyah NU lainnya agar kegiatan positif ini tetap lestari.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso Muzammil, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, lebih dari 500 kader Ansor dari berbagai anak cabang. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 13 Februari 2017

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesatnya perkembangan teknologi dan tumbuh suburnya stasiun televisi baru, baik di pusat dan daerah melahirkan banyaknya lapangan pekerjaan dalam dunia broadcasting. 

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Untuk mengetahui dan memanfaatkan peluang baru tersebut, PCNU Kabupaten Bogor mengadakan Workshop TV Production dengan menghadirkan narasumber Harry Pantja. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian acara dari program PBNU yang dilakukan dalam rangka membekali kader muda NU yang bermaksud terjun ke dalam dunia  broadcasting.

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, H Akhsan Ustadhi yang sekaligus selaku pelaksana menyatakan, “Saya berharap dengan adanya workshop ini, kaum muda NU diharapkan dapat mengikuti perkembangan dunia teknologi dan broadcasting.” 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni, beberapa pengurus dari PBNU Jakarta, IPNU, IPPNU, KMNU IPB, PMII Universitas Pakuan, PMII Universitas Djuanda, pesantren Al-Karimiyah Yasina, dan beberapa pelajar dari SMU sekitar wilayah Bogor.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya workshop, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Hingga sampai acara selesai masih banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab karena waktunya habis. 

Pada Kesempatan itu Harry Pantja selaku narasumber memaparkan secara detail mengenai langkah-langkah membuat tayangan untuk acara program televisi, serta bagaimana caranya agar dapat menemukan ide-ide yang cemerlang sehingga acara tersebut dapat diterima dan disukai oleh masyarakat. 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Harry Pantja juga memberikan  memberikan wejangan agar generasi muda NU tidak bergantung kepada orang lain dalam hal pekerjaan, dalam artian harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan  sendiri, salah satunya melalui dunia broadcasting yaitu dengan membuat Production House sendiri. 

Hal yang senada dikemukakan oleh Wakil Bendara dari PBNU H Nasirul Falah, yaitu agar kader NU mulai merintis usaha dari mulai usia muda sehingga kelak di kemudian hari dapat menjadi pengusaha yang sukses, dan dapat menciptakan  lapangan kerja baru. 

Acara kemudian  ditutup dengan ramah tamah beberapa jajaran pengurus PCNU Kabupaten Bogor, pengurus PBNU dan para peserta yang hadir.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Grebeg Maulud Keraton Solo

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ribuan masyarakat dari Solo dan daerah lain antusias mengikuti acara Grebeg Maulud yang diselenggarakan Keraton Solo, Kamis (24/1) pagi.?

Grebeg Maulud Keraton Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Maulud Keraton Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Maulud Keraton Solo

Puncaknya setelah gunungan besar, gunungan jaler dan gunungan estri, serta sepasang gunungan kecil dikirab dari Keraton Solo menuju masjid Masjid Agung. Sebagian warga yang percaya akan berkah pada gunungan tersebut, berebutan untuk mendapatkan benda dari gunungan tersebut.?

Gerebeg Maulud ini merupakan lanjutan dari acara sekaten, yang telah dibuka pada pekan lalu dengan penabuhan dua perangkat gamelan pusaka milik keraton yakni gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari di ? komplek Masjid Agung Solo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kegiatan ini setiap tahun diadakan, bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awwal atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ketua Panitia Pelaksana Maleman Sekaten 2013, dalam Jumpa Pers pada hari sebelumnya, Rabu (23/1), Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro menjelaskan, tahun ini Keraton Kasunanan Surakarta telah mempersiapkan delapan gunungan yang terdiri dua pasang gunungan Jaler (laki-laki) dan Estri (perempuan), ditambah dengan dua pasang gunungan Anakan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Total kami mengeluarkan delapan gunungan, dua pasang gunungan Jaler dan Estri serta dua pasang gunungan Anakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Satriyo mengatakan, Grebeg Maulud tersebut menandai puncak perayaan Maleman Sekaten 2013 yang telah diadakan selama sebulan ini. Selain itu, beberapa prosesi juga telah mengiringi prosesi Grebeg Maulud, seperti prosesi turunnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, Unguling Gamelan, dan Jamasan Meriam Nyai Setomi.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?



Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan Majdah Agus Numang bercita-cita ingin membumikan Al-Quran di desa-desa Sulawesi Selatan.?

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

“Ada 3.030 desa di Sulawesi Selatan yang akan kita bumikan Al-Qur’an,” katanya pada Halal Bihalal yang dilaksanakan berbagai organisasi yaitu Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel, Yayasan Jantung Cabang Utama Sulsel, FKA ESQ Sulsel, BK PAKSI Sulsel, Pengda Soina Sulsel, Perwosi Sulsel, IKA Pascasarjana Unhas, MT. AL Insan KPMP Unhas di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Sabtu (8/7).

Ia menambahkan, kita akan membangun Sulsel yang qur’ani serta menyebarkan Islam yang ramah, moderat, ke seluruh pelosok daerah.?

Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang penceramah Imam Islamic Center of New York yang menurut Majdah memiliki visi menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, rahmatan lil alamin dan moderat.

"Insya Allah pada kesempatan hari ini, hikmah Halal Bihalal akan dibawakan oleh Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali. Tentunya kita mengetahui beliau sudah 20 tahun berdakwah di Amerika. Tentunya banyak tantangan yang telah dihadapi,” katanya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada kesempatan itu, Shamsi Ali mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai petunjuk.?

Selain itu, ia meminta agar jangan lupa bersyukur, yakni mempertahankan yang sudah ada dan melanjutkan yang sudah ada. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan