Rabu, 31 Mei 2017

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU

Indramayu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Tak punya cukup dana guna ikuti Latihan Kader Utama (Lakut), Muhammad Hizbullah rela menjual dua ayam yang ia punya.

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU

"Mau jual hape, tapi 50 (ribu) aja gak bakal dapet," ujar Bul, panggilan akrabnya, sembari menunjukkan ponsel miliknya yang layarnya retak-retak di Musalla PCNU Kabupaten Indramayu, Sabtu, (4/2).

Semangat tinggi Hizbullah dalam mengikuti kaderisasi pernah dilakukan oleh sahabat karibnya, Taufik, yang sekitar dua bulan lalu telah meninggalkannya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Opik, begitu ia biasa dipanggil, mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) dengan berjualan es kelapa muda. Ia bermimpi mengikuti jenjang kaderisasi tertinggi pelajar NU, yakni Lakut.

Menurut penuturan pengurus PC IPNU Indramayu Mumin, dalam keadaan kritis, Taufik tidak bisa diajak interaksi mengingat ia mengalami masalah pada sarafnya. Tetapi, ketika kata Lakut diperdengarkan, kader militan yang status akun Facebooknya penuh dengan ajakan kegiatan IPNU itu merespons dengan menganggukkan kepalanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kalau kita ngomong Lakut, kepalanya mengangguk-angguk," ucap Mumin menggebu-gebu berbagi cerita pada Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Katanya, PC IPNU Indramayu "ngotot" ingin menjadi tuan rumah Lakut untuk wilayah III Pantura itu karena khusus untuk menghormati perjuangan dan dedikasi Taufik.

"Ini kita hadiahkan khusus untuknya," ujarnya di hadapan rekan-rekan instruktur pimpinan pusat dan pimpinan wilayah.

Sebelum menutup acara, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid secara khusus meminta semua peserta, panitia,dan instruktur mengirimkan hadiah Al-Fatihah untuknya. Seusai itu, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi PP IPNU Abdullah Muhdi. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 29 Mei 2017

Pemerintah Siapkan Keppres Hari Santri 22 Oktober

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri.

"Tanggal 22 Oktober akan ditetapkan sebagai Hari Santri sedang ditunggu Kepresnya," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Pemerintah Siapkan Keppres Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Siapkan Keppres Hari Santri 22 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Siapkan Keppres Hari Santri 22 Oktober

Ia menyebutkan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berdasar masukan dari berbgai pihak termasuk menteri terkait.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mereka memberikan dukungan terhadap rencana penetapan Hari Santri tanggal 22 Oktober. Tanggal itu bukan hari libur nasional," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pramono menyebutkan kemungkinan pada 22 Oktober 2015 akan ada acara cukup besar di Jakarta, tetapi pada tanggal 22 Oktober 2015 juga ada rencana Presiden Jokowi menerima Ratu Denmark.

"Karena itu perlu pengaturan dan penyesuaian waktu," kata Pramono Anung. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, IMNU, Sejarah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 28 Mei 2017

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina

Samarinda, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengingatkan masyarakat di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan masuknya kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) dari Marawi, Filipina.

"Pertempuran sengit antara pasukan Filipina melawan militan ISIS di Marawi, tentu harus menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, sebab waktu tempuh lokasi pertempuran itu hanya tiga jam dari wilayah pulau terluar Kaltim dan Kalimantan Utara," kata Awang Faroek, di Samarinda, Jumat (16/6).

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Kaltim Ingatkan Masyarakat Waspadai Masuknya ISIS Filipina

Gubernur mengimbau seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan masuknya kelompok ISIS yang melarikan diri dari Marawi.

"Kita perlu meningkatkan kewaspadaan sebab jangan sampai aksi dan gerakan radikal dari Filipina masuk dan menyusup ke wilayah Indonesia, khususnya Kaltim dan Kalimantan Utara. Kalau itu terjadi maka dikhawatikan nantinya bisa saling mencurigai dan menimbulkan pertentangan antaragama," tuturnya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Oleh karena itu, para alim ulama, pemuka masyarakat, tokoh pemuda khususnya kepada forum maupun paguyuban yang sudah terbentuk untuk terus meningkatkan kewaspadaan dini, guna mencegah potensi gerakan radikalisme ataupun aksi-aksi terorisme masuk ke Kaltim," terang Awang Faroek.?

Pemprov Kaltim bersama seluruh pemangku kepentingan kata Awang Faroek, menyadari sepenuhnya bahwa tantangan semakin hari kian kompleks dan beragam.?

Termasuk lanjutnya, tuntutan perubahan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, sehingga kewaspadaan dini perlu terus ditingkatkan dalam upaya mencegah timbulnya potensi konflik.?

Pemprov Kaltim tambah Gubernur, terus berupaya membina kehidupan dan kerukunan hidup antarumat beragama.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Hal itu guna terciptanya kehidupan masyarakat yang seimbang dan selaras, sekaligus dapat mengatasi berbagai masalah sosial budaya sebagai dampak globalisasi dunia yang mungkin dapat merusak mental bangsa dan menghambat kemajuan umat beragama," paparnya.

Kaltim, kata dia, saat ini telah terbentuk beberapa forum maupun paguyuban yang memiliki peran dan tugas yang penting dan strategis dalam pembinaan kerukunan hidup antarumat beragama, sehingga tidak terjadi konflik seperti yang terjadi pada daerah lain di tanah Air.?

Gubernur menyatakan, keberadaan forum dan paguyuban yang mempunyai tugas dan fungsi memelihara kedamaian, ketentraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di Kaltim, benar-benar dilaksanakan sesuai dengan tupoksinya.?

"Koordinasi dan dialog bersama dengan pihak terkait pemkab/pemkot, TNI/Polri, termasuk para tokoh dan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan forum lainnya, sangat membantu dalam mencegah konflik," tuturnya.?

Hingga saat ini, tandas Awang Faroek, kerukunan hidup umat beragama di Kaltim secara kualitatif dapat dikatakan berjalan cukup baik dan kehidupan antarumat beragama cukup harmonis. Situasi kondusif tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 27 Mei 2017

Perjalanan ke Muktamar, NU Sumedang Ziarahi Makam-makam Wali

Sumedang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah menyiapkan tiga bus bagi warga NU setempat untuk turut menghadiri Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015.

Perjalanan ke Muktamar, NU Sumedang Ziarahi Makam-makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjalanan ke Muktamar, NU Sumedang Ziarahi Makam-makam Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjalanan ke Muktamar, NU Sumedang Ziarahi Makam-makam Wali

Rombongan terdiri dari para anggota dan pengurus lembaga, lajnah, dan badan otonom, dan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat. Rencananya, bus akan berangkat pada 30 Juli 2015 dengan rute perjalanan yang didahului dengan ziarah ke makam-makam para wali.

Sembari menuju ke lokasi Muktamar NU di Jombang, rombongan peziarah akan berdoa, antara lain, di makam Sunan Gunung Jati, Raden Fatah, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Giri.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menjelang perhelatan akbar tersebut, PCNU Sumedang juga mengadakan konsolidasi dengan semua pengurus dan Nahdliyyin tentang calon ketua dan calon rais aam PBNU yang akan dilipih nanti waktu Muktamar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk menyikapi itu semua, Sadulloh selaku ketua PCNU Sumedang mengatakan bahwa sampai saat ini PCNU Sumedang belum menentukan pilihannya, baik untuk ketua umum dan rais aam PBNU.? Walaupun demikian PCNU Sumedang akan tetap mendukung siapapun yang terpilih nanti.

“Mudah-mudahan waktu muktamar nanti akan tetap kondusif,” ujar Sa’dulloh. Dalam pemilihan rais aam, PCNU Sumedang mendukung penerapan sistem pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi atau mekanisme pemilihan tak langsung. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 25 Mei 2017

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Pontianak, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Pemerintah Kota Pontianak, akan mensyaratkan masuk SMA/sederajat negeri di kota itu, bagi umat Muslim harus punya sertifikat khatam baca Al-Quran, kata Wali kota setempat, Sutarmidji.

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

"Sertifikat khatam Al-Quran tersebut harus ditandatangi oleh setingkat wali Kota Pontianak, kalau tidak maka murid yang bersangkutan akan dilakukan bimbingan khusus agar bisa cepat dalam mengenal Al-Quran," kata Sutarmidji dalam sambutannya pada acara khataman Al-Quran secara massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Ahad.

Sutarmidji menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan, agar generasi mendatang, terutama umat Muslim, tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Quran.

"Kedepan, saya targetkan, semua murid SD yang Muslim sudah harus bisa baca tulis Al-Quran, tamat SMP sudah khatam Al-Quran," ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, tahun depannya, acara khataman Al-Quran akan lebih besar lagi, yang tetap akan dipusatkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

"Hari ini ada sekitar 1.100 anak-anak SD yang mengikuti khataman Al-Quran massal hari ini, yang sekitar 90 persen dari murid-murid guru ngaji tradisional," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, banyak masyarakat menilai sudah tidak ada lagi murid-murid dari guru ngaji tradisional. "Hari ini kami buktikan, ternyata masih banyak murid-murid dari guru ngaji tradisional yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sutarmidji menambahkan, pelaksanaan khataman Al-Quran ini, memang benar-benar anak-anak yang khatam 30 juz Al-Quran dari guru-guru ngaji tradisional.?

"Tujuan dilakukannya khataman Al-Quran dan pembelajaran agama tersebut, agar generasi mendatang paham betul tentang ajaran agam Islam, sehingga tidak berbuat yang menyimpang, seperti menggunakan narkoba dan lain sebagainya," kata Sutarmidji.

Selain itu, dia juga meminta para penyuluh agama Islam dan guru ngaji agar mengajarkan kepada generasi muda bagaimana shalat yang baik dan benar menurut agama Islam. "Sehingga tidak ada lagi anak-anak muda yang tidak tahu bagaimana shalat yang baik dan benar," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Bahtsul Masail, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 23 Mei 2017

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Provinsi Lampung menggelar Musyawaroh Idaroh Wusto (Musidwus) V yang dilaksanakan di Komplek Islamic Centre Lampung Timur. Musidwus yang berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai dengan 18 Juni 2012 ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan Jatman Provinsi Lampung masa khidmat 2012-2014.

Sementara kepengurusan Jatman Pringsewu yang terdiri dari segenap Perwakilan dan Pengurus Thariqah di Kabupaten Pringsewu ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pelepasan Rombongan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pringsewu oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad pada tanggal 15 Juni 2012.

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Dalam pengarahannya, KH Sujadi mengharapkan Kegiatan Musidwus dapat berlangsung sukses dan rombongan dari Jatman Pringsewu dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif dalam sidang-sidang komisi yang akan dilakukan di Musidwus tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rombongan yang berjumlah 17 orang ini berangkat ke lampung Timur dan tiba pada pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan registrasi peserta, rombongan mengikuti Acara Pembukaan yang diikuti oleh seluruh rombongan dari 14 kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.

Salah satu sambutan Pembukaan yaitu dari Danrem Lampung yang mengharapkan seluruh Jamaah Thariqah yang ada di Provinsi Lampung untuk ikut andil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam Musidwus kali ini, terpilih sebagai Rais yaitu KH. Jamaluddin Al-Bustomi dan sebagai Mudir yaitu Habib Yahya As-Segaf. Sebagaimana diketahui bahwa Habib Yahya As-Segaf adalah Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Jati Agung Pringsewu yang dikenal energik dengan wawasan keilmuan yang sangat tinggi. Ia juga pernah menjadi Mudir Aam Jatman Kabupaten Tanggamus ketika Pringsewu masih berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 22 Mei 2017

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Banyak perkembangan baru yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama. Karena itu, Muktamar ke-33 NU mendatang harus bisa memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi jamiyah ini, termasuk soal penguatan posisi syuriyah di semua tingkatan.

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Syuriyah Harus Jadi Pembicaraan di Muktamar

"Di antara yang harus menjadi perhatian adalah posisi syuriyah yang mestinya lebih dominan dan kuat serta berwibawa bila dibandingkan dengan tanfidziyah," kata H Muslimin Abdilla, Senin (13/4).

Sekretaris PCNU Jombang ini menandaskan bahwa dengan banyaknya peristiwa politik serta perkembangan organisasi di berbagai kepengurusan NU, terkadang ditemukan ketidakharmonisan hubungan antara syuriah dan tanfidziyah. "Bila ada kejadian seperti ini, mestinya komando berada di bawah syuriyah," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena dalam pandangannya, eksistensi dari NU adalah kebangkitan ulama yang direpresentasikan dalam jajaran syuriah. "Bahkan untuk memastikan superioritas ulama, dalam kegiatan konferensi hingga Muktamar NU di semua tingkatan, para kandidat ketua tanfidziyah serta ketua umum terlebih dahulu dimintakan persetujuannya kepada rais terpilih," ungkapnya. Bila ternyata rais atau rais am terpilih tidak setuju dengan salah seorang kandidat ketua umum atau ketua, maka secara otomatis yang bersangkutan tidak bisa bersaing dan dipilih sebagai calon, lanjutnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Keadaan ini semestinya memberikan pesan bahwa pemangku jabatan tertinggi di NU adalah kepengurusan syuriah yang memang diisi para kiai dan ulama pilihan. "Dan dalam perjalanan kepengurusan NU di semua tingkatan harusnya juga berlaku ketentuan tersebut, yakni para kiai dan ulama yang berada di kepengurusan syuriyah menjadi penentu bagi arah dan gerak NU," katanya. Sedangkan posisi tanfidziyah adalah pelaksana seluruh kebijakan strategis yang telah ditentukan para kiai dan ulama di syuriyah, lanjutnya.

Muslimin membandingkan betapa berwibawanya kepengurusan NU di awal pendirian. "Dalam sejarahnya, para pendiri atau muassis NU yang notabene para ulama-lah yang demikian dominan dalam perjalanan gerak dan langkah jamiyah," katanya.

Sedangkan peran tanfidziyah hanya menjadi pelayan dan pelaksana seluruh kebijakan strategis berdasarkan amanah hasil keputusan muktamar dan konferensi setempat.

"Dengan cukupnya waktu yang tersedia jelang muktamar, maka pembicaraan seputar masalah ini hendaknya mendapatkan perhatian para peserta muktamar," katanya. Tidak hanya fokus dalam membincang calon rais am maupun ketua umum, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan PonPes Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan