Kamis, 06 Juli 2017

LP Maarif Luncurkan Perwimanas 2013

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU meluncurkan kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional atau Perwimanas Ma’arif NU yang akan diselenggarakan pada 24-29 Juni 2013 di Bumi Perkemahan Pondok Peasntren Babussalam Kalibening Mojoangung, Jombang.

Peluncuran Perwimanas Ma’arif NU ini dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Amaroso Katamsi dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.

LP Maarif Luncurkan Perwimanas 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Luncurkan Perwimanas 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif Luncurkan Perwimanas 2013

Ketua PP LP Ma’arif HZ Arifin Junaidi mengatakan, Perwimanas Ma’arif NU ini akan diikuti sekitar 3000 peserta dari 33 propinsi di Indonesia. Hingga acara peluncuran berlangsung dilaporkan sudah ada 1216 peserta yang telah mendaftar dari 19 provinsi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurutnya, perkemahan nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh PP LP Ma’arif ini dimaksud untuk mempertemukan para anggota pramuka di lingkungan LP Ma’arif NU dan membina persaudaraan pramuka dari seluruh Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Perwimanas Ma’arif NU juga dimaksudkan untuk membantu pendidikan karakter yang saat ini sangat kurang di Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menciptakan insan yang bermartabat,” tambanya sembari memaparkan beberapa rangkaian kegiatan dalam Perwimanas Ma’arif NU.

Kepada Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Amaroso Katamsi, Arifin Junaidi mengatakan, PP LP Ma’arif Ma’rif NU sebagai perangkat departementasi NU terpanggil untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai pengamalan dari Tri Satya dan Dasadarma dan untuk mengembangkan Catur Bina (bina diri, bina satuan, bias masyarakat dan bina agama).

Amaroso Katamsi saat memberikan sambutan mengatakan, kegiatan perkemahan pramuka merupakan aktualisasi diri dari berbagai latihan kepramukaan yang selama ini dilaksanakan di gugus masing-masing.

“Gerakan pramuka tanpa ada kegiatan juga tidak ada artinya. Inilah perlunya kegiatan perkemahan pramuka nasional ini. Dan perkemahan ini nanti menekankan pada bakti Indonesia,” katanya.

Dalam kesepatan itu ia menekankan bahwa pramuka sejatinya adalah organisasi pendidikan, bukan sekedar organisasi pemuda, meskipun saat ini berada di bawah kementerian pendidikan dan olahraga dan ebranggotakan para pemuda. “Pramuka ini tekanannya pada pendidikan, yakni pendidikan nilai-nilai dan keterampilan,” ujarnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

Bojonegoro, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) mengadakan pengajian dan sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kegiatan tersebut diadakan di Dusun Medoro Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/6/2014).

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

HDKB Gelar Pengajian dan Sosialisasi Pilpres

Ketua HDKB Sanawi mengatakan, kegiatan pengajian umum ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, serta sosialisasi Pilpres karena mendekati pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

"Menjadi ajang silaturrohim sesama dan juga memberikan pembelajaran terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, karena juga mempunyai hak yang sama," jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri anggota HDKB dan masyarakat sekitar, juga dihadiri Kang Prabu Malopati sebagai ceramah dan perwakilan KPU maupun Panwaslu. Serta dihadiri pula pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumberrejo.

Ditambahkan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Sehingga berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat kepada semuanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Terima kasih kepada semuanya, sehingga kegiatan berjalan maksimal dan bermanfaat bagi semuanya," pungkasnya.

Tampak para anggota HDKB yang mempunyai kebutuhan khusus, nampak bersemangat dan khusu mengikuti kegiatan.[M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Beli Tanah, NU Guntur Canangkan Gerakan Wakaf Uang

Demak, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah sekian lama mengidamkan tanah untuk pendirian kantor, akhirnya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil membeli sebidang tanah dengan ukuran 8 kali 40 meter persegi.

Beli Tanah, NU Guntur Canangkan Gerakan Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Beli Tanah, NU Guntur Canangkan Gerakan Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Beli Tanah, NU Guntur Canangkan Gerakan Wakaf Uang

Di tanah yang terletak di ibu kota Kecamatan Guntur tersebut akan dibangun gedung perkantoran dan aula pertemuan sebagai sekretariat bersama antara NU, berikut lembaga, dan badan otonomnya.

“Itu nanti akan kami buat aula juga bisa untuk pertemuan maupun pelatihan pengaderan banom (badan otonom),” tutur Ketua MWCNU Kecamatan Guntur K Tamim Romli saat rapat pleno dengan banom di SD N Guntur 2 kamis 14/4/2016.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di Forum yang sama saat memimpin rapat Rais Syuriyah MWCNU Guntur KH Hambali Karim mengatakan, dalam merealisasikan pembelian tanah tersebut rapat pleno memutuskan untuk mencanangkan gerakan wakaf uang dengan sistem pembagian per meter. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Nahdliyin yang ingin mewakafhan harta.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kami menyepakati tanah tersebut kita kapling dengan harga per meter Rp700.000, jadi semua bisa ikut wakaf sesuai dengan kemampuan. Yang bisanya satu, ya ambil satu; yang lebih, juga bisa,” imbuh KH Hambali.

Rapat pleno yang dihadiri pengurus MWC, banom dan pengurus Ranting se-Kecamatan Guntur. Selain menyepakati gerakan wakaf uang, forum juga membentuk Tim 17 yang anggotanya terdiri dari pengurus MWCNU, Muslimat NU, GP Ansor NU,? Banser, Fatayat NU, IPNU dan IPPNUyang ditugaskan sebagai pelaksana teknis di lapangan. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaSantri, Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Nahdlotul Ulama (KMNU) Ke-3 telah resmi ? dibuka. Munas ? akan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (20-21/1) di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan dibuka secara resmi dengan pembukaan Maulid Simthudduror dari tim hadrah Kiai Galang Sewu

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Munas, KMNU Bertekad Jadi Organisasi Dakwah Berwawasan Kebangsaan

Peserta yang hadir dalam acara Munas KMNU berasal dari berbagai Kampus di Indonesia. Diantaranya ? KMNU UNILA, KMNU UI, IMAN STAN, KMNU IPB, KMNU ITB, KMNU UPI, KMNU Unpad, KMNU Undip, KMNU UGM, KMNU UNY, KMNU UII, KMNU Unair, KMNU Unud, KMNU Unsoed, KMNU UIN SUKA, KMNU STIS, dan KMNU STKS. Bahkan juga dari KMNU Malaysia.

Tujuan Munas KMNU ini untuk melahirkan kembali organisasi yang berwawasan kebangsaan dan ? regenerasi kepemimpinan kader muda KMNU yang tetap berpegang teguh memegang prinsip sesuai Khittah Nahdlatul Ulama.?

Ketua Panitia Muhammad Zainal Fathoni menyampaikan, KMNU diharapkan menjadi sebuah organisasi yang dewasa dan profesional. Ruh KMNU sendiri adalah silaturrahmi. “Maka tujuan akhir dari munas ini pun adalah semakin eratnya tali silaturrahim,” ujar Zainal.

Sementara itu, Presidium Nasional 1 KMNU Hasan Bisri menyampaikan bahwa KMNU berdiri secara sporadis. Tema yang diangkat dari Munas KMNU ini adalah organisasi dakwah santun berwawasan kebangsaan diterjemahkan dengan ranah KMNU. “Di mana KMNU harus bisa memproduksi pemimpin-pemimpin yang profesional sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah KH Shidqon Prabowo menjelaskan, Indonesia membutuhkan orang-orang yang benar, tidak sekadar orang yang pintar. Diharapkan hasil dari Munas KMNU adalah melahirkan orang-orang yang pintar dan benar untuk mengurus bangsa dan negara.?

Dari PCNU Semarang, H Anashom mengatakan, KMNU dengan kiprahnya pasti akan mengisi Nahdlatul Ulama. Menghidupkan kota-kota di Indonesia agar tidak lepas dari karakternya yang sejarahnya dilahirkan oleh para wali dan aulia.?

Diharapkan mahasiswa tidak hanya idealis dari menara gading, melainkan harus bisa mengharumkan nama kampusnya di Indonesia dengan kompetensi yang positif. Indonesia membutuhkan generasi yang membawa visi dan misi yang bermanfaat untuk semua.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

KMNU sudah tercantum di dalam AD/ART Nahdlatul Ulama, maka perlulah KMNU berdiri tidak hanya di perguruan tinggi negeri melainkan juga di perguruan swasta. Latar belakang pendidikan dari santri KMNU sangat diharapkan di NU dan Indonesia, karena KMNU akan melahirkan pemimpin yang berlatar belakang pendidikan yang tercerahkan.?

“Kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir. Dengan hadirnya KMNU diharapkan Indonesia punya stok pemimpin yang tercerahkan dari kampusnya,” ujar Anashom.

Serangkaian pembukaan munas KMNU pun diadakan pengesahan calon KMNU perguruan tinggi yang sudah mengajukan dan melalui masa percobaan 6 bulan, yaitu KMNU STKS, KMNU UIN SUKA, KMNU Udayana, dan KMNU Unair. Rencananya, kegiatan Munas ini akan ditutup dengan Seminar yang akan dihadiri oleh KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Abdul Wahab/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Amalan, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 03 Juli 2017

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren!

Subang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang terbukti mampu mempertahankan karakter bangsa dari rongrongan budaya negatif yang muncul dari arus globalisasi. Di pesantren para santri dididik untuk mengendalikan diri dari segala bentuk norma-norma yang bertentangan kesusilaan.

Demikian disampaikan oleh KH Musa Muttaqien saat memberikan sambutan peringatan Isra dan Miraj sekaligus Harlah Ke-26 Yayasan Pesantren Tuhfatul Athfal (Yafata), Desa Marengmang, Kalijati, Subang, Sabtu (30/4).

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren!

"Sudah terbukti sampai saat ini pesantren mampu menjaga generasi bangsa dari budaya negatif yang dihasilkan dari globalisasi, semakin hari semakin luar biasa," kata Mustasyar NU Subang itu di hadapan ribuan hadirin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Atas dasar itu, tambahnya, kegiatan yang digelar di halaman Pesantren ini mengambil tema Pesantren Sebagai Penyeimbang Era Globalisasi Dalam Mewujudkan Generasi Yang Berilmu dan Berakhlaqul Karimah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia melanjutkan, perkembangan teknologi informasi turut memberikan kontribusi dalam mempengaruhi perilaku remaja, apabila tidak diiringi dengan dasar agama yang kuat dikhawatirkan akan melunturkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam diri anak.

Senada dengan Kiai Musa, Ustadz Guntur Bumi saat memberikan taushiyahnya menyatakan bahwa pesantren sudah terbukti mampu membekali anak-anak dengan fondasi agama yang bisa menjaga mereka dengan ilmu dan juga akhlak.

"Kalau anak-anak bapak-ibu ingin jadi anak yang saleh dan salehah, ingin menjadikan anak yang berguna, masukkan mereka ke pesantren," tegasnya.

Ia menegaskan, apabila anak dimasukan ke pesantren, orang tua akan tenang dalam bekerja dan tidak akan khawatir anaknya akan terbawa pergaulan di luar sekolah dan luar rumah karena anaknya tersebut pasti sedang mengaji di pesantren.

Selain itu, ketika nanti anak-anak ditakdirkan hijrah atau merantau ke daerah lain karena pekerjaan misalnya, para orang tua pun tidak perlu mengkhawatirkan mereka karena sudah memiliki fondasi yang kuat sehingga tidak akan tergoda oleh budaya-budaya negatif. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 01 Juli 2017

Terpilih, Salamun Akan Perkuat Ranting NU di Depok

Depok, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Kota Depok, Senin (23/12) dini hari yang diikuti oleh perwakilan 11 Majelis Wakil Cabang (MWC) akhirnya menetapkan Ust. Raden Salamun Adiningrat sebagai Ketua PCNU yang baru.

Terpilih, Salamun Akan Perkuat Ranting NU di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih, Salamun Akan Perkuat Ranting NU di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih, Salamun Akan Perkuat Ranting NU di Depok

Pemilihan Ketua PCNU Depok yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Qotrunnada, Cipayung, memunculkan dua nama. Selain Salamun, nama lain yang muncul adalah KH Zain Rofiq. Dalam sesi pemilihan, Salamun mendapat 7 suara, sementara Zain Rofiq mendapat 5 suara.

“Berdasarkan ketentuan, maka Ust. Raden Salamun Adiningrat ditetapkan sebagai ketua PCNU Depok,” kata perwakilan Pengurus Wilayah NU Jawa Barat yang langsung disambut shalawat badar oleh para peserta Konfercab.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu dalam pemilihan Rais Syuriyah, KH Zainuddin Maksum Ali terpilih secara aklamasi. “Kita mengucapkan selamat atas terpilihnya ketua PCNU Depok. Kita minta agar tim formatur segera melengkapi kepengurusan yang baru.

Usai terpilih, kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Salamun yang pada periode sebelumnya menjadi sekretaris PCNU bertekad akan memperkuat ranting NU di Kota Depok. “Kami akan memperkuat ranting NU. Dari 11 MWCNU ada 63 ranting NU di kota Depok,” katanya. (Aan Humaidi/Anam)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 30 Juni 2017

Kumpulkan Zakat Anggota, Salurkan ke Sejumlah Desa

Blora, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. IPNU-IPPNU Komisariat MTs Hasanuddin, Plosorejo, Banjrejo, Blora, Jawa Tengah, ? Rabu (31/7) kemarin membagikan zakat fitrah yang dikumpulkan dari para anggota mencapai 325 kilogram.

Ketua IPNU Komisariat Hasanuddin, Mat Ngalim mengatakan, pembagian zakat fitrah tersebut merupakan program tahunan organisasinya. Zakat itu dikumpulkan dari anggota IPNU-IPPNU yang ada di komisariatnya.

Kumpulkan Zakat Anggota, Salurkan ke Sejumlah Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulkan Zakat Anggota, Salurkan ke Sejumlah Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulkan Zakat Anggota, Salurkan ke Sejumlah Desa

Alhamdulillah, pembagian zakat fitrah berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat,” ujar Mat Ngalim.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Zakat tersebut dibagikan kepada fakir miskin di sejumlah desa. Seperti Desa Sembongin, Kembang, Balongrejo, Karangtalun dan Plosorejo.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dikatakan, selain karena melaksanakan kewajiban agama, program pengumpulan dan pembagian zakat fitrah itu juga dimaksudkan untuk menjadi wahana berlatih rekan dan rekanita di Komisariat Hasanuddin. Yakni, berlatif berbagi kepada sesama.

Selain pembagian zakat fitrah, selama Bulan Ramadhan ini, pihaknya juga menggelar khataman Al-Qur’an. Khataman Al-Qur’an dilaksanakan secara bertahap. Yakni, dibaca sebelum pelaksanaan pelajaran dimulai. Masing-masing siswa sudah mendapat bagian juz berapa yang harus dikhatamkan.

“Setiap pagi waktu membaca Al-Qur’an diberikan durasi sekitarnya 15 menit,” tambahnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan