Setelah vakum cukup lama, yakni 15 tahun, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di daerah Plupuh, Sragen, Jawa Tengah dihidupkan kembali. Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan pembentukan Pimpinan Anak Cabang IPNU di daerah setempat.
| 15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan (Sumber Gambar : Nu Online) |
15 Tahun Vakum, IPNU di Plupuh Sragen Kembali Dihidupkan
Ketua PC IPNU Sragen, Gigit Lystyanto, mengungkapkan acara Makesta dan pembentukan PAC dilaksanakan secara terpisah, yakni di Pondok Pesantren Darussalam, Gedongan, Plupuh dan Desa Pandean Plupuh, Sabtu-Ahad (3-4/4).“Alhamdulillah acara pembentukan PAC Plupuh berjalan dengan baik. Makesta di sana, bahkan diikuti 50 peserta,” ungkap Lystyanto kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Ahad (4/4).
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Ditambahkan Lystyanto, kevakuman yang cukup lama ini sebetulnya ironis, mengingat Plupuh termasuk salah satu daerah basis NU di Sragen. “Di sana juga ada makam Joko Tingkir,” ujarnya.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Terbentuknya kepengurusan PAC IPNU di Plupuh ini, lanjut Lystyanto, sekaligus menambah jumlah PAC yang sudah terbentuk di Bumi Sukowati, yakni sebanyak 6 PAC.“Saat ini, PAC yang sudah terbentuk di daerah Tanon, Sukodono, Sumberlawang, Gesi, dan Sambungmacan. Sedangkan sisanya seperti Kecamatan Jenar, Tangen, Gemolong dan Kedawung masih dalam proses pembentukan,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Sholawat, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar