Jumat, 27 Desember 2013

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Pendidikan, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 21 Desember 2013

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Pekalongan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dewan Koordinasi Nasional Corp Barisan Pelajar (DKN CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengingatkan peran dan tugas CBP bukan hanya sebagai pasukan keamanan internal, akan tetapi bertugas sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya faham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi aswaja an Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI.

Demikian dikatakan DKN CBP IPNU Dede Rosyadi pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) CBP IPNU dan Korp Pelajar Putri (KKP) IPPNU Jawa Tengah Periode 2017 - 2019, Ahad (16/4) di Gedung Bakorwil 3 Kota Pekalongan.

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Dikatakannya, upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengganti Pancasila serta upaya memecah belah keutuhan NKRI adalah menjadi tugas utama CBP dan KPP khususnya dalam lingkup pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Ada tugas penting bagi CBP dan KPP sebagai garda depan membantu NU membentengi pelajar dari gerakan ideologi anti-Pancasila, Radikalisme dan intoleransi yang saat ini sudah masuk di kalangan pelajar," ujar Rosyadi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Komandan DKW CBP IPNU jawa Tengah Ferial Farhan kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan mengatakan, dipilihnya Kota Pekalongan sebagai tempat pengukuhan, yakni sebagai upaya mengingatkan kembali sejarah terbentuknya CBP dan semangat akan lahirnya KPP yang dilakukan pada tahun 1964 oleh Asnawi Latif.?

Dikatakan, dengan semangat ini diharapkan akan muncul spirit ? baru dari kader kader CBP dan KPP se-Jawa Tengah yang lebih besar dan lebih bangga menjadi kader CBP dan KPP yang loyal terhadap organisasi.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagaimana diketahui, kehadiran CBP yang semula bernama Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah Gayang Malaysia.? Peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas konteksnya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti imperalisme dengan pihak Barat yang berupaya menancapkan kukunya di wilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno menginstruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk sukarelawan perang dan siap menggayang Malaysia.

Instruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya di wilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdliyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.

Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Djogjakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.

Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan negara dan bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25–1 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP), yang kemudian dikenal dengan Doktrin Pekalongan. (Abdul Muiz/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Doa Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 01 Desember 2013

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jember, berunjuk rasa di halaman DPRD Kabupaten Jember, Kamis (8/1). Mereka menuntut agar Raperda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jember segera disahkan tanpa opsi pertambangan. Sebab, sudah cukup lama RTRW tersebut mengambang tanpa adanya kejelasan.

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan

"Kami berharap agar RTRW itu cepat disahkan sebagai Perda. Jangan hanya karena tidak ada opsi tambang, lantas rakyat dikorbankan," ucap korlap aksi Akim Candra.

Menurut Akim, eksekutif maupun legislatif harus memprioritaskan kepentingan rakyat dalam menyusun RTRW. Dikatakannya, yang terjadi saat ini eksekutif sudah tidak memprioritaskan kepentingan rakyat banyak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Buktinya, mereka ngotot untuk memasukkan opsi tambang dalam Raperda RTRW tersebut. Padahal, opsi tambang tidak dikehendaki oleh mayoritas rakyat Jember.

"Kalau Bupati Jember beralasan karena bertentangan dengan RTRW di atasnya (kalau tidak ada opsi tambang), itu tidak benar. Yang berdaulat adalah rakyat," jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dihubungi terpisah, Ketua Pansus Raperda RTRW Kabupaten Jember Ayub Junaidi mengatakan, Raperda Pansus sudah selesai. Namun pihak eksekutif masih belum mau mengesahkan karena katanya masih mau konsultasi dengan gubernur.

"Itu karena opsi tambang tidak masuk," ucap Ayub. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote, AlaNu, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 20 November 2013

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan meluncurkan buku Ensiklopedia NU pada pertengahan Mei di Surabaya Convention Center. Buku sebanyak 4 jilid ini memuat dokumentasi sejarah NU, tokoh NU, para kiai, khazanah pesantren, dan peristiwa penting yang mengiringi dinamika perjalanan NU mulai dari perintisan pendiriannya hingga kini.

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei

Demikian dikatakan Ketua PBNU H Imam Aziz di ruangannya di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (8/5) sore.

“Penulisan buku memakan waktu yang lama. Karena, perlu riset dan pengumpulan bahan yang tidak sedikit di samping mengecek akurasi data-data terkait validitasnya,” kata H Imam Aziz yang lazim disapa Mas Imam kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Saya pikir, ini buku penting yang harus dimiliki warga NU terutama para pengurus NU untuk menambah wawasan ke-NUan mereka.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kita belum mencetak banyak. Sekarang kita baru mencetak sebanyak 1000 eksemplar. Penulisan buku seberat 5 kilogram ini, memang tidak mudah. Sejumlah kendala juga kita hadapi mulai dari bahan-bahan, memilih para penulis, hingga pendanaannya.

“Insya Allah 16 Mei di Surabaya Ensikolpedia NU sudah bisa hadir. Kita sudah berusaha keras sambil menambah kekurangan-kekurangan yang ada. Kita juga membuka masukan-masukan dari para pembaca nantinya,” ujar Mas Imam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ditanya mengenai harga satu setnya, Mas Imam belum menyebutkan angka. “Nanti kita akan bicarakan lebih lanjut perihal harganya.”

Kecuali itu, riset dan pemburuan data-data memakan waktu dan pendanaan tidak sedikit. Pasalnya, data-data NU banyak tersebar juga di luar negeri seperti di beberapa negara di Eropa, tandas Mas Imam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 12 November 2013

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Sehubungan musibah gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, PWNU Aceh akan mengadakan donor darah pada Senin 12 Desember di Kantor PWNU Aceh, Jalan Ir Moh Tahier Nomor 9 Kompleks Dayah Thalibul Huda, Bayu Lam Cot, Darul Imarah Aceh Besar. PWNU Aceh melibatkan pihak Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan PMI Banda Aceh.

Demikian informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan dari Wakil Sekretaris LKNU Marini yang tengah berada di Aceh.

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok

Marini mengatakan, masyarakat yang berminat partisipasi dalam kegiatan ini dipersilakan hadir mulai pukul 08.30-12.00. Kegiatan donor darah oleh PWNU dan LKNU merupakan wujud kepedulian NU terhadap musibah gempa bumi Aceh.

Sebelumnya diberitakan NU bersatu padu dalam penanganan dampak gempa Aceh. Sejumlah lembaga seperti LKNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU), Lazisnu, dan sejumlah badan otonom NU terlibat aktif dalam penggalangan bantuan sesuai bidang garapan amsing-masing.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lazisnu juga tak kalah gesit dalam upaya penanganan dampak gempa Aceh. Lazis membuka kesempatan bagi para donatur yang berniat menyumbang untuk korban gempa Aceh. Hingga Sabtu (10/12) malam donasi yang tekumpul melalui Lazisnu senilai Rp. 105.000.000,-

Dana ini dipergunakan Lazisnu untuk membeli paket bantuan yang akan diserahkan kepada para korban. Pengiriman barang bantuan ke Aceh dijadwalkan awal pekan besok. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Habib, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 06 November 2013

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus mengikuti Pameran Pembangunan “Expotechno Build Syria” ke-3 pada 16—18 Mei 2016 di Hotel Damarose Damaskus yang diselenggarakan oleh Pemerintah Suriah sebagai bagian dari rangkaian kampanye program Rebuild Syria (pembangunan kembali Negara Suriah).

Pameran yang mengangkat tema “For Better Syria” itu diikuti oleh lebih dari 40 stan perusahaan di sektor rekonstruksi, tenaga listrik/tenaga surya, pembangunan infrastuktur, pengairan, renewable sources, dan elektonik yang berasal dari Suriah dan Lebanon. Pameran Techno Build Syria ke-3 yang akan berakhir pada 18 Mei 2016 ditargetkan akan dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung. Dibandingkan sebelumnya, pameran kali ini diikuti oleh lebih banyak ragam peserta dari berbagai perusahaan.

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Stan KBRI Damaskus menampilkan dua Perusahaan BUMN Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya Persero (tbk) dan PT INKA Persero yang telah mengirimkan berbagai materi pameran untuk dipajang di stan Indonesia, demikian siaran pers Pensosbud KBRI Damaskus yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pameran “Expotechno Build Syria” dibuka Senin (16/05) oleh Menteri Pembangunan Umum Ir. Hussein Arnous; didampingi Menteri Pengairan dan Irigasi Dr Kamal Shikha; Duta Besar RI Damaskus Djoko Harjanto dan disaksikan oleh para pejabat setempat, delegasi perusahaan-perusahaan konstruksi serta delegasi dari berbagai Kedutaan Asing.

Mendapat apresiasi

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Setelah acara pembukaan, stan KBRI Damaskus adalah stan pertama yang dikunjungi oleh Menteri PU Ir. Hussein Arnous dan para pejabat setempat. Saat mengunjungi stan KBRI Damaskus, Menteri PU Ir. Hussein Arnous menulis pesan di buku tamu.

“Saya atas nama rakyat dan Pemerintah Suriah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia yang telah berpartisipasi dalam pameran ini,” tulis Menteri Arnous, “Ini adalah bukti Indonesia adalah sahabat sejati Suriah yang mendukung pembangunan kembali Suriah pasca konflik.”

Pada kesempatan itu, Dubes RI Damaskus, Djoko Harjanto, pun menyerahkan cenderamata kepada Menteri PU Eng. Hussein Arnous.

Dalam kesempatan wawancara dengan berbagai media di Suriah, seperti Syria FM, Syria TV, Stasiun TV Nour Sham, Sinmar News, Iraq News, dan Media East Channel, Duta Djoko menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Expo ini merupakan wujud dari dukungan Indonesia kepada Suriah mengingat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Suriah sudah terjalin sejak lama.

“Sudah sepantasnya Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini dalam rangka membantu pembangunan Suriah pasca konflik,” jawab Dubes Djoko kepada para wartawan. “Pameran ini juga merupakan peluang yang sangat baik bagi KBRI Damaskus untuk memperkenalkan potensi Indonesia di sektor konstruksi dan pembangunan serta transportasi perkerata-apian kepada masyarakat dan Pemerintah Suriah.” Duta Djoko mempromosikan PT. Wijaya Karya Persero, BUMN yang telah berpengalaman dalam membangun berbagai konstruksi di luar negeri dan PT. Industri Kereta Api yang sukses mengekspor produknya ke luar negeri.

Menurut Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Makhya Suminar, tidak hanya menarik perhatian para media, tetapi juga stan Indonesia juga menarik perhatian berbagai pengusaha yang mencari informasi untuk membuka hubungan dan memanfaatkan peluang bisnis dengan Indonesia. Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh KBRI Damaskus untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada 12 – 16 Oktober di Jakarta.

“KBRI Damaskus adalah satu-satunya Kedutaan yang berpartisipasi pada Pameran Expotechno Build Syria ini,” ujar Makhya Suminar, “Ini wujud kedekatan KBRI Damaskus dengan Pemerintah Suriah dalam bidang ekonomi dan pembangunan.”

Tujuan KBRI Damaskus untuk berpartisipasi pada Pameran ini adalah untuk membuka mata rakyat dan para pemangku kepentingan di bidang konstruksi dan transportasi di Suriah akan potensi yang dimiliki Indonesia sehingga membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam program Rebuild Syria yang dicanangkan pemerintah Suriah pasca konflik. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 05 November 2013

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah

Setelah berbagai cara untuk membujuk Rasulullah saw. untuk menghentikan dakwahnya gagal, kaum kafir Quraisy kemudian mendatangi Abu Thalib. Mereka mengancam paman Nabi ini, apabila ia tak dapat menghentikan dakwah yang dilancarkan keponakannya kepada kaum Quraisy, maka mereka sendiri yang akan menghentikan dengan kekerasan.

Mendengar ancaman tersebut, Abu Thalib pun mulai gamang. Karena khawatir akan keselamatan? sang keponakan, Abu Thalib memanggil Rasulullah saw.

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah

“Wahai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah mendatangiku dan memintaku untuk menghentikan dakwahmu. Oleh karena itu, kasihanilah dirimu dan diriku, janganlah engkau membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu kumemikulnya,”

Himbauan dari Abu Thalib dijawab Rasulullah saw. dengan penuh kesedihan. “Duhai paman, Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku mengentikan perjuangan ini, maka niscaya aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah mewujudkannya atau aku wafat dalam perjuangan ini.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Rasulullah pun berbalik hendak meninggakan pamannya. Tiba-tiba Abu Thalib memanggil, lalu berkata dengan lembut, “Kemarilah keponakanku. Pergilah dan sampaikanlah apa yang ingin engkau sampaikan. Dan demi Allah, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkanmu.”

Abu Thalib lantas menggubah sebuah syair, yang di antaranya :

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?

Demi Allah, mereka dan komplotannya

Takkan bisa menyentuhmu

Sampai aku terbuju kaku terkubur di tanah

Lanjutkan perjuanganmu,

Engkau tak melakukan sesuatu yang hina

Berbahagialah dan tentramkanlah hatimu

Abu Thalib pun membuktikan, hingga akhir hayatnya, ia menjadi salah satu orang yang paling membela dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad saw.

(Ajie Najmuddin/ disarikan dari buku Rahasia Keagungan Isra’ Mi’raj, Habib Noval Alaydrus. 2012)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan