Rabu, 20 Desember 2017

Jalani Reformasi dengan Akhlak!

Wonogiri, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. NU memiliki wawasan multikultural, menghargai perbedaan agama, tradisi dan kepercayaan yang merupakan warisan budaya Nusantara. Hanya saja, kebebasan akibat reformasi hendaknya tidak berlangsung liar sehingga menabrak moralitas dan nilai-nilai agama.

Demikian disampaikan Rais Syuriah PCNU Wonogiri KH Abdul Aziez Mahfuf saat membacakan khotbah iftitah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IV di Pondok Pesantren Al Amanah Sempon, Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Ahad (12/1).

Jalani Reformasi dengan Akhlak! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Reformasi dengan Akhlak! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Reformasi dengan Akhlak!

”Reformasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan NU. Namun, NU tidak setuju jika atas nama demokrasi, akhlaqul karimah disingkirkan, atas nama transparansi, aib orang lain dibuka dengan bebas, atas nama HAM, kehidupan homo seksual dan lesbi dilegalkan, atas nama kebebasan beragama, dasar-dasar agama orang lain dinodai, dan untuk kepentingan pariwisata, industri seksual ditolerir,” tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Soal perbedaan paham, katanya, NU tidak pernah berpikir untuk menyatukan apalagi menghilangkan madzab-madzab keagamaan yang ada. Sikap toleransi NU terhadap tradisi dan budaya adalah bentuk pengakuan atas eksistensi keberagaman kelompok, karena mereka juga memiliki hak hidup di republik ini. Namun, NU tidak akan pernah membiarkan penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Oleh karena itu, Kiai Aziez berharap adanya komitmen dari pemerintah untuk melibatkan para ulama dalam perumusan perencanaan pembangunan. Tampak hadir pula Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Prof Dr Abu Hafsin, Wakil Ketua PWNU Jateng Syamsudin Asrofi, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Setyo Nugroho, Kepala Kantor Kemenag Syafrudin, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri Sulardi, dan pejabat Kecamatan Jatisrono.

Panitia penyelenggara, H Ahmad Farid, mengatakan, Konfercab NU ini digelar di antaranya untuk merumuskan paradigma baru dalam merespon perubahan-perubahan sosial yang ada dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bermartabat. Sebanyak 450 pengurus NU dari 24 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan 73 Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri hadir dalam acara ini. (Yuni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Budaya, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar