Selasa, 26 Desember 2017

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kampus Nusantara Mengaji yang digelar Universitas Jember (Unej) di masjid Al-Hikmah, Jumat (10/3) malam. Selain dihadiri ratusan mahasiswa, Rektor Unej H. Muhammad Hasan, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad juga berkenan hadir.

Acara tersebut adalah bagian dari khataman serentak perguruan tinggi yang dicanangkan Meristek Dikti RI Muhammad Nasir. Unej merupakan satu dari 40 perguruan tinggi ternama yang berpartisipasi dalam khataman serentak yang “dikendalikan”? sang menteri melalui teleconference dari? Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo.

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Paham Al-Qur’an, Radikalisme Bisa Dihindari

Tidak ada sambutan atau pidato apa pun dalam acara tersebut kecuali khataman Al-Qur’an, shalat Isya berjama’ah yang dilanjutkan dengan menyaksikan “siaran langsung” pidato Menteri Muhammad Nasir dan beberapa acara yang mengiringinya.

Dalam kesempatan tersebut, sang menteri juga menyapa sejumlah rektor perguruan tinggi peserta khataman serentak tersebut, termasuk dengan Muhamad Hasan, Rektor Unej. Saat disapa? Menteri Muhammad Nasir, Muhammad Hasan mengabarkan kehadiran KH Muhyiddin. “Kami di Unej khataman ini bersama Rais Syuriyah PCNU Jember,” tuturnya.

KH Muhyiddn Abdusshomad menilai bahwa acara tersebut sangat positif dalam rangka membumikan Al-Quran di kampus. Pembumian Al-Quran diharapkan minimal dapat menjadi penyeimbang bagi cara berpikir dan berwawasan mahasiswa, termasuk? dalam menghadapi isu-isu radikalisme yang berbungkus agama.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Saya kira ini sangat bagus untuk menanamkan kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an. Kalau kita cinta dan paham seluk-beluk isi Al-Qur’an, radikalisme bisa dihindari,” ucapnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, salah satu pantia, Alfian Futuhul Hadi menegaskan bahwa acara tersebut murni ide dari Menteri Muhammad Nasir, dan tidak terkait dengan kelompok mana pun. “Melalui jaringan perguruan tinggi, pak menteri rupanya ingin menggerakkan kesadaran pentingnya mengaji,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah, Nahdlatul, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar