Hal tersebut disampaikan Mensos saat mengisi “Pelatihan Dai Daiyah Kader NU” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (31/5) pagi.
| Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar (Sumber Gambar : Nu Online) |
Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar
Dirasakan Presiden, lanjut Khofifah, kesenjangan ekonomi masih lebar. Jadi kita harus senafas dan searah dengan kebijakan presiden dalam mengatasi kesenjangan. Dalam MoU PBNU dengan Kementerian Ekonomi, pemerintah menggulirkan 1,6 triliun untuk permodalan usaha.“Kita harus lihat kemampuan kita dalam menyerap modal itu,” kata Mensos.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Kemampuan menyerap sangat penting diperhatikan, karena dilakukan validasi oleh Kemenkeu. “Ketika dibuka peluang, perlu pertanyaan kembali baru bisa terserap berapa persen,” lanjut Khofifah.?Khofifah mengaku sering menyampaikan hal tersebut di banyak kesempatan, termasuk peluang redistribusi aset yang dilakukan pemerintah. Hal itu memberi peluang bagi NU seberapa banyak ? memanfaatkannya.
Khofifah mengibaratkan, peluang-peluang tesebut bagi NU ibarat hujan ekonomi, tinggal bagaimana dan dengan apa menampungnya.
“Kalau hanya punya mangkok, ya hanya mangkok itu yang bisa menampung hujan tadi. Mestinya tidak hanya mangkok, tapi bisa ember, danau, atau waduk,” ungkapnya.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Khofifah menyebut forum tersebut sangat penting untuk melakukan tabayun dan muhasabah bersama.“Mari tanya dan koreksi apa yang jadi penyebab kesenjangan kita,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar