Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Workshop Finalisasi Penyususnan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Geakan Revolusi Mental di lantai 5, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).
Dalam sambutannya, penanggung jawab acara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sultonul Huda mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan bagian kerja sama PBNU dengan Kemenko PMK.
| PBNU Gandeng Kemenko PMK Bicarakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online) |
PBNU Gandeng Kemenko PMK Bicarakan Revolusi Mental
Ia mengatakan, buku itu berbeda dengan buku modul pada umumnya karena banyak menggunakan perspektif keislaman.“Kita semua paham, ketika kita bicara revolusi mental berarti kita bicara karakter bangsa. Otomatis. Karena kita orang timur, keberadaan agama itu sangat substansial untuk memberikan pengaruh kepada pendidikan karakter yang ada di kita ini,” katanya.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Sementara itu, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawangsah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan revolusi mental yang harus disosialiskan ke semua kalangan.“Salah satu bentuk kegiatannya ini adalah mensosialisasikan gerakan revolusi mental khususnya untuk di lingkungan keagamaan,” kata Aris.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Ia mengatakan, Kemenko PMK akan melakukan sosialisasi ke semua kalangan khususnya dengan PBNU.Terkait kerja sama dengan PBNU, ia mengaku senang bisa bekerja sama, karena kegiatan revolusi mental ini bisa diharapkan lebih menasional lagi mengingat jumlah warga NU yang banyak.
“Jadi ke seluruh kalangan, khususnya di PBNU dengan warganya, jamaahnya di PBNU,” katanya.
Tampak hadir pada acara tersebut, ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, wakil Sekjen H. Masduki Baedowi. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar