Sejak hari pertama mengikuti Diklatsar, Jumat (28/10) ini, Kasmudin mengaku bangga sudah tercatat sebagai anggota resmi Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Subang.
| Ingat Pesan Kakek, Orang Tua Ini Ikut Pendidikan Banser (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ingat Pesan Kakek, Orang Tua Ini Ikut Pendidikan Banser
"Alhamdulillah, rasanya haru setelah tadi dibaiat dan mencium bendera pusaka merah putih dan bendera GP Ansor," ujar Kasmudin usai upacara penutupan Diklatsar Banser, Ahad (30/10).Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Selama tiga hari mengikuti Diklatsar, pria yang sudah memiliki empat anak dan tiga cucu ini kerap menjadi bahan rujukan motivasi bagi peserta lainnya yang rata-rata berusia antara 18 hingga 40 tahunan itu.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
"Teman-teman seangkatan saya di Diklatsar ini sudah menjadi keluarga sendiri. Seolah saya menemukan keluarga baru di keluarga besar Nahdlatul Ulama," katanya.Kasmudin saat ini dipercaya oleh aparat desa setempat sebagai Polisi Desa (Poldes). Kendati pendapatannya sebagai Poldes sangat pas-pasan, pengabdiannya kepada masyarakat sudah tak ternilai lagi.
Kendati demikian, ia dengan semangat mengikuti jejak anak bungsunya yang sudah mendahului tercatat sebagai anggota Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Compreng.
"Saya termotivasi oleh kakek saya sebagai tokoh NU. Saat itu kakek saya pernah berwasiat untuk terus berkhidmat kepada para ulama," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar