Tiga bidang ilmu yang berkaitan sangat erat dengan keberagamaan umat Islam Indonesia,? khususnya yang berafiliasi kepada organisasi NU (Nahdlatul Ulama) adalah tauhid,? fiqh dan tasawuf.? Ketiganya jika diamalkan sekaligus tanpa dipisahkan dalam rentang waktu yang lama maka akan mampu menghubungkan kehidupan aspek duniawi dan ukhrawi.
Hidup di dunia yang sementara ini sangatlah penting sebagai persiapan agar memperoleh kebahagiaan di akhirat. Kehidupan dunia ini menjadi kehilangan arti penting dan maknanya jika tidak untuk itu.
| Sikap Warga NU terhadap Negara (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sikap Warga NU terhadap Negara
Sebagaimana keseluruhan ajaran agama yang diturunkan untuk kepentingan manusia, tentu kehilangan urgensinya jika justru tidak membawa kepada penghargaan kepada manusia dan kepentingan kemanusiaan.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Segala tantangan modernitas yang besifat negatif hanya mampu diatasi jika kedua dimensi tersebut terpaut dalam kehidupan nyata ini. Sehingga coraknya tidak hanya hitam-putih,? menolak segala yang berbau urusan dunia demi mementingkan urusan akhirat.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Keterbelakangan sebagian umat muslim dengan belitan kemiskinan baik ilmu atau materi,? selain karena kemalasan mungkin juga karena kekeliruan pandangan yang keliru dalam "berebut bagian" dari urusan dunia. Kewajiban hidup, termasuk berpolitik atau bernegara adalah mutlak perlu dan tidak boleh dihindari, tetapi harus diraih dan diperjuangkan.Karenanya sebagai warga negara, kaum muslim nahdliyyin, wajib menaati pemerintah yang mengelola mekanisme kehidupan. Pandangan seperti ini berarti bahwa warga NU sebagai elemen bangsa bukan saja mengakui eksistensi negara, tetapi juga turut mengabsahkan dan menjaga kedaulatan negara untuk selamanya.
Setiap warga NU dengan demikian berpandangan, bahwa setiap orang atau kelompok yang tidak mengakui eksistensi NKRI, enggan menaati pemerintah, tidak mengakui dasar/falsafah negara atau berupaya menggantinya dengan sistem lainnya, seperti model khilafah yang dinilainya lebih syari misalnya, adalah dapat dinyatakan sebagai pemberontak (bughat) yang wajib ditumpas dengan tuntas.
KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar